HEADLINE
Dark Mode
Large text article

Kepala Desa Toin Bantah Tuduhan Pengancaman: "Itu Fitnah!"

Toin Hal Sel, RedMOL.id – Kepala Desa Toin, Fahmi Taher, menepis tuduhan yang menyebut dirinya mengancam warga dengan parang pada malam takbiran. Ia menegaskan bahwa saat itu dirinya tengah memasang bendera pelangi, bukan mengajak warga untuk berkelahi seperti yang diberitakan.

"Pada malam takbiran, saya sedang memasang bendera pelangi. Saat itu, saya memang membawa parang karena sedang memotong bambu sebagai tiang bendera, bukan untuk mengancam siapa pun," tegasnya.

Fahmi juga mengecam tuduhan yang menyebut dirinya meneriakkan ajakan "Mari tong baku bunung" sebagai fitnah yang mencemarkan nama baiknya.

"Saya rasa itu fitnah. Tidak ada ajakan seperti itu dari saya. Tuduhan tersebut sangat merugikan reputasi saya sebagai kepala desa," tegasnya.

Kesibukan Persiapan Idulfitri, Faktor Kelelahan, dan Emosi Sesaat

Menurut Fahmi, kejadian ini terjadi di tengah persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, di mana aparat desa sedang disibukkan dengan berbagai kegiatan.

"Kami semua, termasuk saya, tengah sibuk mengurus persiapan Idulfitri. Kelelahan mungkin menyebabkan emosi saya sedikit tersulut, tetapi saya pastikan tidak ada niat mengancam siapa pun," ujarnya.

Pengerusakan Lampu Pelabuhan Jadi Pemicu

Fahmi juga menyoroti aksi pengerusakan lampu pelabuhan yang telah terjadi berulang kali, yang menurutnya menjadi faktor pemicu emosinya.

"Saya sangat menyayangkan kejadian pengerusakan lampu pelabuhan yang bukan hanya sekali, tetapi sudah beberapa kali terjadi. Ini aset desa yang harus kita jaga bersama, dan sebagai kepala desa, saya tidak bisa tinggal diam," ungkapnya.

Rencana Laporan ke Kepolisian

Fahmi mengungkapkan bahwa sejumlah pengacara telah menyarankannya untuk melaporkan kasus pengerusakan aset desa ke pihak kepolisian agar dapat diselidiki lebih lanjut.

"Beberapa pengacara menyarankan saya untuk melaporkan kasus ini ke polisi agar semua yang terjadi bisa diungkap. Pengerusakan aset desa bukan sekadar tindakan vandalisme, tetapi juga kejahatan terhadap negara yang harus diproses hukum," tegasnya.

Seruan untuk Menjaga Kedamaian Desa

Fahmi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

"Sebagai pemimpin desa, saya bertanggung jawab menjaga ketertiban dan keharmonisan. Saya harap masyarakat tidak terpengaruh oleh isu yang tidak benar dan ikut menjaga kedamaian di desa kita," pungkasnya.


Redaksi Hal-Sel

Post a Comment
Close Ads
Floating Ad Space